Sunday, September 26, 2010

Best Ever Weekend - International Concert Pianist :D

"I love listening to music, I love classic music, but I never imagine that I can attend International Concert Pianist, and have one unforgettable day with the pianist and his wife in my host family, Joaquin Achucarro"

Friday, September 17 2010.
Northwestern High School, 2pm.
"Hei, dhian? Why you look so excited?
Weekend come! and I'm gonna pick Joaquin and Ema at the airport tonight, I have no homework at all and I'm so excited! :D"

Duluth International Airport, 9.30pm.
"Hello, how are y'? I'm Joaquin and this is my wife, Ema. Are you dhian?
Yes, I an exchange student hosted by Pat and Larry.
Yeah, Our grandchildren have been talked much bout you, nice to meet you."
Nice to meet you too :)

Seperti mimpi rasanya, ketemu langsung sama pianis yang sangat saya kagumi Joaquin Achucarro dan istrinya Ema Achucarro. Beliau betul-betul profesional tapi berkepribadian sederhana. I reallly admire them. Malam itu, akhirnya saya beserta Mom dan Dad mengantarkan mereka ke hotel Comfort Suites in Duluth untuk beristirahat :)

Saturday, September 18 2010

Hari yang ditunggu-tunggu tiba. Pagi hari jam 9 saya beserta mom dan dad menjemput Ema dan Joaquin untuk latihan di Auditorium dan makan siang bersama di rumah. Heboh banget makanannya, semuanya tertata rapi dan sangat perfect. Sangat wajar, secara yang datang seorang pianist internasional :D
We spent a lot of time to share and discuss about everything. I really admire how Dad Larry and Joaquin Achucarro have a close relationship as a family, and so does Mom Pat and Emma Achucarro :) 

Climax event:
8pm at Patricia Luostari Theatre For The Performing Arts Northwestern High School.

Everyone never stop clapping after he played. Our body and soul really enjoyed the concert. That was the first International Concert and maybe the only one International Concert I have ever attended. It was adorable, awesome, great, even I don't know how to describe that in a word or sentence. I was really really happy :')

Selalu bersyukur. Itu yang selalu saya cam kan sekarang. Saya tidak pernah berekspektasi setinggi ini. Mempunyai host family yang sangat mengagumkan, an International Family. Memiliki kesempatan untuk bertemu langsung, menghabiskan waktu bersama selama seharian penuh, rasanya seperti mimpi. And the best ever part is : I am the member of this family, I am recognized as the part of Luostari Family and redirected to Achucarro Family.

Emma, me and Joauquin at luch time :)
Sara, Joaquin, Kevin and Me after concert :D

Me, Ema and Kevin after Concert :)
Dad, Joaquin, Emma and Mom - Happy family :)
Luostari Family after concert :)


Unforgetable signs from Emma Achucarro and Joaquin Achucarro :')

Saturday, September 11, 2010

Idul Fitri 2010 "Unforgetable Moment" ;)

"Now, I know exactly. How does it feel. When people judge who you are based on acts which even you never did, which even you really hate. terrorist of 9/11 2001" 

Jum'at yang lalu tanggal 10 September 2010, mayoritas umat muslim merayakan Hari Kemenangan, Idul Fitri.
Tiap orang punya tradisi dan cara merayakannya masing-masing. Begitu juga dengan saya, yang notabene nya anak indonesia yang sedang merantau di Amerika. Saya punya cerita khusus mengenai hari lebaran saya yang benar-benar bersejarah.

Basically, sekolah saya Northwestern High School, adalah sekolah yang sangat besar, bangunannya sekitar 700meter persegi dan berlantai tiga. Murid yang bersekolah disini juga berasal dari banyak latar belakang agama yang berbeda pula. Tidak ada libur lebaran atau libur natal, yang ada libur bersama. Untuk perayaan natal liburnya masuk di libur kenaikan kelas, jadi adil. :)

Jadi, perayaan Idul Fitri kemarin saya rayakan dengan bersekolah :D
Saya masuk pukul 07.45 dan menjalani 5 kelas (untuk detailnya nanti saya pos kan di postingan yang berbeda). Dan kelas yang paling berkesan adalah kelas trakhir " Consumer Social Study" pelajaran mengenai marketing, ekonomi dan sosiologi.

Kebetulan bab yang dibahas adalah Social Issue.
Ada 3 Social Issue yang sekarang sedang dibahas di Amerika:
1. Pembangunan masjid di ground zero (monumen untuk WTC 9/11 2001)
2. Pembakaran Al-Qur'an yang mau dilakukan oleh pastor di Florida (juga untuk mengenang WTC 9/11  2001)
3. Perayaan Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 9/11 2010 (tepat pada tanggal 9/11 2001).

Kami para siswa, harus mencari data tentang 3 topik ini, memilih salah satu untuk kemudian dirangkum, dan memberi respon. Pada akhirnya kami mengakhirinya dengan diskusi terbuka. Dipimpin oleh guru saya yang juga manager football team untuk Tigers, Mr.Tale.

Pembangunan masjid di Ground Zero.
Salah satu teman saya yang kritis berkata :  
I think, there's no different between Jews and Muslims.
Ketika Muslim protes karena Yahudi membangun Kuil di bawah masjid Palestina, mereka sekarang justru ingin membangun masjid di tempat yang sangat sensitif bagi warga Amerika, Ground Zero of 9/11. That's the same as they slap in our faces, and they should know how does it feel because it's actually happen to them and they hate it! So why they have to do the same thing?
Sebuah analogi yang jelas bisa saya rasakan. Bagaimana selama ini kita berprotes ria menentang apa yang terjadi di Palestina. Rasional, batin saya.

Pembakaran Al-Qur'an:
Jelas, semua teman saya menentang keras,
"Just think if they burn our bible, you're gonna be angry right?!, even if someone burn my dance shoes, I think I'm gonna kill them, just kidding. But just think what are you gonna do if it happens to you? That's so stupid!"
 papar teman saya yang juga cheers, Mara :)
Rasional, batin saya.

Perayaan Idul Fitri bertepatan dengan insiden 9/11:
"Well, it doesn't matter when they celebrate it, it's just accidentally happen at the same time. Just Imagine if it happened at Christmas,  does it mean that you can't celebrate it?" papar Mike, teman saya yang selalu punya jawaban yang sama dengan saya (bahkan saat tes) padahal dia duduk di barisan nomor dua dan saya di barisan nomor 5. Tapi ada juga teman saya yang berkata " They're jerks, if they have heart to be so happy when we still sad about the 9/11" . Lagi lagi, Rasional batin saya. (kenapa rasional? saya jelaskan di akhir) :)

Ketika akhirnya saya mendapat kesempatan untuk konfirmasi, saya tidak menyebutkan kalau saya adalah muslim karena diskusi nantinya akan berjalan dengan tidak netral. Saya hanya berkata : " Not all the Muslims are terrorists. There's no religion which good or bad, which better or worse, which best or worst, They are just different. I just imagine if people can see the diversity between us as the beauty of our life, because we're just different. That's how we make our life to be better". Dan itu menutup diskusi dan juga pelajaran terakhir.

Jujur, saya gemetaran ketika diskusi dimulai. Ketika seminggu terakhir berita itu selalu ada di sekitar saya. Koran, tv, radio, bahkan pelajaran sekolah. Tapi saya tidak takut mengakui status saya sebagai muslim ketika mereka bertanya. Saya tetap sholat lima waktu dan mengaji bahkan di sekolah ketika waktu ashar, walaupun bukan di masjid atau musholla :)

Saya sekarang tau bahwa kejadian 9/11 2001 begitu membekas bagi setiap warga Amerika, karena sampai sekarang mereka belum tahu siapa pelaku dibalik itu semua. Siapa yang bertanggung jawab atas kematian keluarga,rekan,sahabat mereka yang begitu tiba-tiba. Dan itu membentuk stereotype dan membekas sampai sekarang. Itu sebabnya kenapa saya berpendapat bahwa semua jawaban mereka rasional. Bukan benar atau salah, hanya berbeda. Setiap orang punya hak masing-masing untuk berpendapat, dan ketika mungkin sebagian Muslim sakit hati karena di cap sebagai teroris, jangan pernah berkecil hati, karena kita sendiri juga menentang gerakan itu.

Menjadi seorang muslim satu satunya di sekolah, dan perayaan Idul Fitri di tengah 3 Issue yang sangat hot. Memberikan banyak pelajaran bagi saya :) Saya tetap merayakan lebaran kok, dengan bersuka ria karena malamnya saya nonton football live, nge masaa bareng tigers, nonton film di rumah Kacie. Dan hari ini tepat hari Sabtu 9/11 2010, saya mengahbiskan waktu bersama keluarga untuk datang ke perayaan 9/11 dan belanja keperluan musim dingin (asyiik dapet baju sepatu baru gratis :p) sama saja seperti dapet baju sepatu baru saat lebaran kan? :p

Akhir kata, Mohon maaf lahir batin atas semua kesalahan saya.
Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi teman-teman yang merayakan.
Selamat Liburan jugaa, selamat berjuang Padmanaba 66,
Selamat merayakan lebaran untuk keluarga di Yogja dan di Medan. :)

Monday, September 6, 2010

Regulation for Northwestern High School

Oke, pertama tama saya mau menjelaskan tentang tingkatan SMA disini.
Jadi, SMA disini ada 4tahun, dan tiap-tiap grade ada namanya : 9th grade freshman, 10th grade sophomore, 11th grade junior dan 12th grade senior.
Nah, alhamdulilah saya ditempatkan di posisi 12th grade alias senior,
(tapi kayaknya senior yang paling kecil deh :p).

Lanjut, jadi disni ada banyaaaak banget mata pelajaran.
Dan tiap siswa bebas mau milih pelajaran apa. Yang menbuat saya sangat kagum adalah masing-masing mata pelajaran bener-bener ada aplikasinya. Contohnya aja untuk kelas Engineering, anak Nortwestern High School (sekolah saya sekarang) bahkan udah bangun rumah segala lhoh! :o dan rumahnya laku terjual pula setiap tahunnya. Kelas kelas lainnya juga sama, selalu ada aplikasi dari apa yang dipelajari. Pokoknya learning by doing banget lah :D


Tiap siswa boleh memilih 4 sampai 5 pelajaran untuk tiap semesternya. Kalo ngambil 5 pelajaran, berarti 3 mata pelajaran dengan durasi 1,5 jam tiap mata pelajarannya dan 2 mata pelajaran dengan durasi 45 menit tiap mata pelajarannya. Istirahatnya cuman ada sekali saat makan siang, dan durasinya hanya 30 menit. Nah, itu kalau aturan di sekolah saya, biasanya tiap sekolah punya aturan masing-masing.

Ohya, disini sistemnya moving class. Jadi dalam satu kelas bisa dipastikan selalu ada 4 grade, 9, 10, 11 dan 12. Setiap pelajaran juga berlangsung sangat kondusif, jadi gaada waktu buat kenalan apalagi ngobrol ~ ~
Setiap ganti pelajaran hanya ada waktu 4menit untuk moving class, dan bagi siswa yang terlambat dianggap membolos. (Kebayang kan disiplinnya gimana?) Hal ini juga berlaku bagi anak yang lupa bawa tugas atau rame di kelas.


Walaupun keliatannya study oriented banget, tapi disini ada banyak banget club lhoh. Sama kayak ekskul di Indonesia. Dan gebrakan mereka juga dahsyat. Football contohnya, tournamentnya aja sampe disiarin FOX, beritanya juga mask headline abc news segala :o
Club Sosial disini juga bener bener sosial, mereka aktif nyari dana buat penderita kanker dan penyakit langka, sepak terjang mereka juga bisa dipantau tiap minggunya di liputan tv disini.Dan masih banyak banget club-club lainnya.


Kesimpulan saya adalah : Anak-anak SMA, di negara apa pun itu, sebetulnya tergantung dari individunya. Ada yang dugal, ada yang kekanakan, ada yang aktif dan ada yang pasif, tapi yang pasti adalah KREATIF ;) Yang jelas stereotype saya mengenai remaja amerika sepertinya sedikit banyak mengalami perubahan.

Sunday, September 5, 2010

Teruntuk keluarga saya di Jogja :)


"Assalamu'alaikum papa, mama, mas andhika dan bella. Apa kabar semuanya? Semoga semua keluarga kita selalu dibawah lindungannya :)  "

Hehehe, berhubung terakhir kali saya menelpon saat di bandara Dulles, Washington D.C. Dan pada saat itu saya masih flu dan mimisan, jadi saya membuat postingan kali ini khusus untuk keluarga saya di Jogja. Saya disini baik baik saja, alhamdulilah udah dapet kamar sendiri dan udah mencemari rumah dengan sentuhan indonesia :p

Hari kamis lalu, setelah pulang sekolah, mita dan host Mom menyempatkan diri untuk pergi ke provider at&t ( itu lhoh, merek modem yang kita pake di rumah ) :p
 Nah, mita dapet hape baru, LG Touch screen seharga $60 dollar yang kalo beli di indonesia harganya masih $250, (disini i-phone cuman $100 yang kalo di indonesia masih $400) berfasilitas lengkap untuk email, download, messanger, kamera, dll. Tapi sayangnya, pulsanya pasca bayar. Unlimited sih buat nelpon ato sms, tapi cuman ke 50 state di USA. Mita gapake pasca bayar internet, soalnya mahal, per bulan $55 dipake ga dipake. Mita kan juga tahu diri gitu, jadinya yang unlimited telpon sms aja, biayanya $35 per bulan. Alhamdulilah udah dibayarin, hehehe.

Nah, terus mita udah ngasih kemeja ma rok batik serta syal batik, taplak batik (mau dipake buat thanksgiving :D ) sama peta indonesia :D Mereka seneng banget :) sama katanya surat dari papa nice banget, tahnk you so much :)

Kabar mita selanjutnya bakal mita tulis di blog, sama foto-fotonya. Mita mohon maaf lahir batin yaa, makasih pa udah dibayarin zakat fitrahnya, sungkeman dari jauh yaa. Selamat mudik dan mempersiapkan lebaran :)

Wassalamu'alaikum :)

Ini dia peta indonesia yang ada di ruang tamu, seringnya kalo ada yang nanya saya langsung presentasi mendadak deh :p

Biar jauh, padmanaba 66 tetap di hati ;) 
Meja belajar mita :)
Lemari disini kayak ide mama, masuk ke dalam dinding, jadi ganyita tempat :)


Sekarang mita punya beruang yang hampir segede bleta :p
Lantai kayu yang dari dulu ngidam :p

International Family :p

" Do you know, what? I'm the 29th exchange student who hosted by Luostari Family - an International Family" :p

Kok bisa ? Bentar, bentar ini mau saya jelaskan detailnya :
Jadi, saya punya 4 sodara disini Scott (49tahun) , Mark (45tahun), Buffiy(43tahun) dan Tricia (40tahun).
Masing-masing sudah berkeluarga. Tapi, dua dari mereka memutuskan untuk mengadopsi anak dari luar USA.
Kebetulan saya belum kenalan dan ketemu sama Mark, soalnya beliau tinggal di twin city, dan baru pulang kalau hari besar. Tapi kata Mom, Mark mengadopsi tiga anak, satu berasal dari Iraq dan dua lainnya berasal dari eropa.

Lanjut, yang saya tahu pasti adalah Kakak saya yang nomor tiga, Buffy :)
Beliau adalah seorang guru musik di sekolah internasional yang ada di Spanyol, kalo udah main piano haduh, saya cuman bisa bengong :o soalnya bagus bangeet >.<
Nah, ga lama setelah ngajar, Buffy ketemu sama Ramoen Achucaro seorang insinyur teknik elektro anak dari pianist internasional dari Spanyol : Joaquin Achucaro.

Nah, jadilah Buffy dan Ramoen menikah. Empat tahun yang lalu, mereka memilih untuk mengadopsi tiga orang anak dari Rusia, mereka adalah Yuri, Sasha dan Nikita :) Mom menceritakan tentang sejarahnya, bagaimana sulitnya memilih tiga dari ratusan anak orphanage yang ada di Rusia. Mereka semua kekurangan sandang dan pangan. Masing-masing tidak ada yang punya baju sendiri, satu sama lain bergantian dalam menggunakan baju. "Bukan seperti dirawat di panti, tapi lebih seperti dirawat di pengungsian", tutur Mom berdasarkan cerita Yuri, keponakan saya yang berusia 10tahun. Sedih sekali mendengarnya :'(
Untungnya, sekarang mereka sudah tinggal dan sah menjadi anak Buffy dan Ramoen :)

Liburan musim panas yang lalu mereka pulang ke Amerika, jadi saya ketemu deh :D Main bareng, ketawa bareng, tapi namanya anak kecil, kalo udah main suka kelewatan. Nah, kalo udah gitu Buffy marahnya pake bahasa Spanyol, jadi deh dwi bahasa di rumah :p Sayangnya, begitu saya datang, ternyata sekeluarga barusan aja nganterin Ramoen pulang ke Spanyol duluan, gasempet kenalan deh :( Tapi semoga bisa ketemu lagi secepatnya pas natal :)

Ngomong-ngomong ketemu, kayaknya saya malah bakal ketemu sama Ayahnya Ramoen duluan, soalnya beliau mau konser di Sekolah saya, Northwestern High School. Di Auditorium yang didedikasikan untuk Mom saya : Patricia Luostari, tanggal 18 September besok. Lagi-lagi Hostfamily saya memang orang yang sangat mulia, konser ini 100% digunakan untuk schoolarship siswa NHS yang membutuhkan :')

Well, yang jelas saya bersyukur karena telah mendapatkan banyak sekali pelajaran dari Hostfamily saya. Mereka berpikiran terbuka terhadap perbedaan, memberikan kesempatan bagi exchange student seperti saya untuk lebih dekat dan belajar langsung tentang culture Amerika. Sebuah keluarga yang mengkontribusikan hidupnya untuk banyak orang, dan lewat berbagai bidang.

NB: Walaupun di host ke-29, ternyata saya exchange student pertama yang membawa foto-foto keluarga dan orang terdekat saya :o dan Alhamdulilah, kemampuan bahasa saya termasuk yang progressnya cepat untuk kurun waktu 10 tahun terakhir, hehehe (narsis) :p

Yuri, putra sulung berusia 10tahun :)



Sasha, anak kedua (senasib sama saya :p) berusia 8tahun :)

Nikita, si bungsu yang barusan ultah ke-7 :)


Album Ayahnya Ramoen yang barusan rilis versi blue ray :o
This is it! Concert at Northwestern High School :D

Pat and Larry Luostari - My lovely host parents ;)

"hei, sweetie . how are you? I'm Patricia Luostari your host mom. Are u ready to move now?" :)


Yip, tanggal 14 agustus 2010 akhirnya saya bertemu dengan host parents saya, Larry Luostari dan Patricia Luostari. Senang sekali rasanya :D mengingat sebelumnya saya harus stay selama 3 hari di camp sick people, Washington D.C. Belum lagi masih harus orientasi di Stillwater Minesotta, dan masih menginap semalam di rumah teman saya dari Thailand, Tang, karena host parents saya sedang ada pesta . Whaaat ?!
Sadis bener dah, batin saya. Masa' saya ga dijemput hanya karena pesta ? T.T

Tapi ternyata, ( Oh Tuhan maafkan saya :'o )
positive thinking itu ternyata sangat penting (bener banget kata "temen terdekat" saya momo chan ;) makasi yaa).
Karena ternyata, pestanya bukan sembarang pesta. Tapi perayaan 50th Anniversary pernikahan mereka. waaaw, 50 tahun book :o
 Perayaannya diadakan di taman kota, dan disebar lewat leaflet serta masuk koran pula. Jadi ngerasa gaenak udah berburuk sangka :(

Anyway, beliau menikah di usia muda 23 tahun. Dan ternyata beliau berdua lahir di rumah sakit yang sama, di minggu yang sama dan hanya terpaut 5 hari :
Larry Luostari 28 desember 1935 dan Patricia Luostari 3 Januari 1936.
Belum lagi ternyata beliau sudah mengikat janji dari SMA kelas dua, sophmore dan pergi ke PROM bareng pas senior.
Ihwaaw, pantes aja dirayain pake pesta segala, sejarahnya saja begitu love story :')

Menikah di usia muda bukan tanpa alasan. Dad saya Larry Luostari, bercerita bahwa beliau sebenarnya orang Finlandia. Yang merantau ke Amerika karena kondisi alam Finlandia yang terlalu ekstrem untuk bertani dan berternak. Jadilah Orang tua beliau pindah ke Maple, Wisconsin, USA. Ayah Dad, menikah di usia 43 tahun, dan pada saat Dad berusia 13 tahun Ayahnya meninggal :'( Dad sebagai anak laki-laki satu-satunya dan putra sulung, harus bersekolah sambil meneruskan peternakan yang dikelola Ayahnya. Sang Ibu yang hanya ibu rumah tangga masih harus menjaga kedua adik Dad yang masih kecil : Aunt Ruth (7tahun) dan Aunt Maggie (5tahun) sediiiih :'(
Lalu Dad berkata : " One day, if I married. I wanna married at the young age. So that I can see my children and my grand children grow up "

 Alhamdulilah Dad Larry bertemu dengan Mom Pat :D
Host Mom saya Patricia Luostari adalah wanita hebat keturunan Swedia. Beliau sekeluarga juga pindah dengan alasan yang sama. Ayah Mom adalah Irish, itu sebabnya Mom sangat perfectionist dan concern dengan kebersihan serta kerapian. Ibu Mom seorang Swedish, wanita pekerja keras yang telaten bekerja mencari uang serta merawat anak di saat yang sama. Gak heran Mom jadi kayak sekarang : amazing !

Kenapa amazing?
Mom adalah seorang guru bahasa inggris serta ketua club theater di Northwestern High School. Beliau juga aktif dalam segala macam komunitas seperti 4H, Perkumpulan Kristiani, Farm Community, Green Club, dst. Tapi yang paling mengesankan beliau adalah Breast Cancer Survivor ! :o
5 tahun yang lalu beliau harus menjalani operasi pengangkatan kanker dan kemo. Alhamdulilah sekarang Mom masih sehat dan sangat aktif ! Tiap hari bangun jam 6 dan tidur minimal jam 12 malem. Jarang ada di rumah karena pasti ada aja acaranya, makanya saya juga jadi ikutan sibuk :p

Yang jelas saya senang sekali di-host sama beliau. Rasanya seperti orang tua sendiri, sama baiknya seperti Mama dan Papa yang ada di Jogja :)

Camp : Sick People :p Washington D.C

Mom and Dad at the wedding party :)


cut the cake Mom and Dad ! ;p


Patricia Luostari and Larry Luostari :)
Flayer undangan buat 50th Anniversary :)

Masuk di kolom Important segala di koran :p

Wednesday, September 1, 2010

Youth Exchange and Study Program 2010-2011 :)

Hai, My name is Dhian Ayu Paramita, but you can call me Dhian (dee-an). I am an exchange student from Indonesia, nice to meet you :)

Yip, nama saya dhian, siswi SMA Negeri 3 Yogyakarta yang sekarang sedang menjalani program Youth Exchange and Study Program. Apa itu? YES adalah program pertukaran pelajar dengan full schoolarship yang diselenggarakan oleh US.Department of State. YES memberikan kesempatan untuk siswa-siswi yang berasal dari negara-negara bermayoritas muslim untuk bersekolah, mengenal budaya Amerika dan memperkenalkan budaya negara mereka dalam rangka Bridging Understanding pasca Insiden 911 WTC 2002.

Tahun ini saya beserta 102 siswa-siswi lainnya yang berasal dari 15 regional di Indonesia berangkat menjalani program. Kami berangkat tanggal 7 Agustus 2010 meninggalkan comfort zone kami, keluarga, sahabat, tanah air untuk menjalani sebuah tugas. Pertukaran Budaya. Melewati 3 zona waktu yang berbeda dan transit di Siangapura dan Frankfurt, alhamdulilah akhirnya kami sampai dengan selamat di Dulles Airport, Washington D.C tanggal 8 Agustus 2010.

Berada di suatu negara yang gaya bahasa dan budayanya sama sekali berbeda, bersama dengan 300 siswa siswi lainnya, yang berasal dari Ghana, Mesir, Turki, India, Thailand, Fhilipina, Afrika Selatan, Saudi Arabia, kami menjalani orientasi selama 3 hari 2 malam. Dan pada akhirnya disebar ke 50 state yang berbeda di USA.

Alhamdulilah saya mendapatkan placement di Maple, Wisconsin. Ada yang tahu dimana Wisconsin? Wisconsin terletak di daerah utara USA, bagi penggemar film dan tv series, Wisconsin adalah state dimana sutradara High School Musical dan Supernatural mengambil gambar :p Perjalanan saya pun dimulai, menjadi siswi pertukaran pelajar, memperkenalkan diri dan mencoba membaur dengan lingkungan baru saya :)

dhian, nisa ( indiana) dan wisna (south dakota) bandara frankfurt 8 agustus 2010



mama, bella, dhian, om yogi, tante dewi, papa om sigit
rama, alya, alma,
Bandara Sokerno Hatta, 7 Agustus 2010


 Dulles, Washington D.C 8 Agustus 2010


National 4H-Conference Center - orieentasi nasional YES Program 2010-2011

YES Arrivals Orientation 2010-2011